Tentang Boneka Horta & Potty

1. Awal Mula Boneka Horta dan Poti
BONEKA berambut rumput atau lebih dikenal sebagai boneka horta menjadi sebuah media tanam yang dikemas dalam bentuk boneka. Boneka ini dibuat untuk mengenalkan anak-anak ke dunia pertanian secara instan. Selain itu anak-anak dapat belajar mengamati pertumbuhan tanaman sambil bermain. Boneka ini juga bertujuan untuk mengenalkan cara menanam hidroponik atau menanam menggunakan media lain selain dari tanah.
Boneka horta ini dibuat melalui riset selama enam bulan pada 2004. Cara untuk menumbuhkan rambutnya dan agar benih rumput itu tumbuh maka harus direndam dalam air selama satu jam atau lebih dengan posisi terbalik, lalu harus disiram secara rutin minimal dua kali sehari. Pada hari ketiga atau paling lama seminggu, akan mulai tumbuh kecambah di atas kepala boneka. Seterusnya jadilah sebuah boneka dengan rambut kepala yang bisa tumbuh panjang.
Boneka Horta  ini lebih merupakan media tumbuh benih tanaman semusim, yaitu jenis tanaman yang umurnya sekitar tiga bulanan. Benih itu ada yang ditaruh di bagian kepala atau punggung boneka aneka bentuk dan ukuran. Bonekanya sendiri terbuat dari serutan gergaji yang dibungkus kain stoking. Untuk memberi bentuk wajah, digunakan kain felt.
Media tumbuh benih praktis merupakan limbah. tersedia dalam bermacam-macam benih, antara lain benih bayam, jagung, dan rumput bermuda. Benih yang terakhir menjadi ciri khas Boneka Horta untuk membuat boneka ini sulit ditiru. Jenis rumput ini  untuk lapangan golf, diimpor dengan izin dari Badan Karantina Pertanian.Boneka horta memiliki beberapa manfaat, antara lain mengajarkan kedisiplinan yaitu melalui kedisiplinan dalam menyiram dan melalui cara menanam tanaman ini anak dapat belajar mengenai cahaya. Sebab tanaman ini harus disimpan ditempat yang teduh pada minggu pertama karena cahaya dapat menghambat perkecambahan. Selain kedua hal tersebut, keberadaan boneka ini juga dapat mengajarkan tentang kewirausahawan, karena banyak konsumen boneka horta ini yang memilih untuk menjualnya kembali.
Ada sembilan jenis boneka horta antara lain, boneka horta berbentuk kura-kura, panda, panda kecil, horta cup (kepala), platipus (kura-kura kecil), sapi, kodok, kucing, dan boneka horta jenis babi. Setelah para mahasiswa mengenalkan boneka horta tersebut di lingkungan kampus, ternyata mereka mendapatkan respon yang sangat bagus karena boneka ini tidak hanya digandrungi oleh anak-anak, tetapi juga disukai oleh mahasiswa


Selain Boneka Horta, mulai tahun 2009 dikembangkan bentuk Potty Doll. Ini mirip Boneka Horta, bedanya boneka ini memakai pot. Media tumbuhnya kompos dan sekam. Bila Boneka Horta memakai rumput bermuda, Potty Doll yang ukurannya lebih besar memakai bermacam benih, seperti bayam dan jagung.



Boneka POTI adalah pot tanaman berbentuk boneka yang dapat ditanami beraneka macam tanaman hias mini, benih sayuran dan bunga-bungaan. Boneka Poti (Potty doll) dikemas secara menarik ( juga sudah termasuk benih dan sekam sebagai media tanamnya) berbentuk beraneka macam binatang sehingga disukai anak-anak . Boneka poti (Potty doll) memiliki konsep edukasi mengajarkan anak sejak dini untuk menanam dan merawat tanaman sehingga akan tumbuh kecintaannya terhadap alam dan lingkungan.
Nilai edukasi Boneka Poti (Potty Doll) :
* Mengajarkan proses pertumbuhan dari benih hingga menjadi tanaman
* Melatih anak untuk rajin merawat tanaman
* Mendidik anak untuk mencintai tanaman dan peduli lingkungan

Cara menanam benih:

1. Keluarkan sedikit media yang ada pada pot (akan digunakan untuk menutup benih).
2. Tebar benih di atas permukaan media secara merata.
3. Tutup benih dengan media yang telah kita keluarkan sebelumnya dengan merata.
4. Siram media tanam secara perlahan dengan menggunakan sendok makan sebanyak 5 - 6 sendok makan.

Cara memelihara:

1. Simpan boneka poti (potty doll) di ruangan yang cukup matahari. Bila disimpan di dalam ruangan keluarkan 2 hari sekali di waktu pagi hari selama 3 – 4 jam.
2. Siram boneka poti (potty doll) pada media tanamnya sebanyak 5 - 6 sendok makan pada pagi dan sore hari.
3. Bila tanaman sudah tumbuh cukup tinggi, sebagai alternatif tanaman tersebut dapat dikeluarkan dan diganti dengan tanaman lain. Misalnya: kuping gajah, suplir, kadaka, peperomia, dll yang berukuran mini.
4. Tanaman tersebut disemprot dengan pupuk daun 2 minggu sekali agar tetap mendapatkan nutrisi